Lapas Ampana Terima Kunjungan Resmi Tim Penilai Pembangunan Zona Integritas Menuju WBK

Redaksi
14 Jul 2025 19:53
3 menit membaca

TOUNA – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Ampana menerima kunjungan resmi Tim Penilai Pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dari Direktorat Kepatuhan Internal, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Republik Indonesia (Ditjenpas RI), Senin (14/7/2025).

Kehadiran tim penilai ini menjadi bagian dari tahap evaluasi lapangan guna memastikan kesiapan Lapas Kelas IIB Ampana mewujudkan zona integritas yang bersih, transparan, dan akuntabel.

Tim penilai dipimpin langsung oleh tokoh senior dan inspiratif dalam penguatan integritas di lingkungan Pemasyarakatan, Yohanes Waskito, yang saat ini menjabat sebagai JFT Pengaman Pemasyarakatan Ahli Madya sekaligus Ketua Majelis Sidang Kode Etik Pegawai Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan RI, didampingi oleh staf profesional, Fajar.

Kunjungan ini disambut langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIB Ampana, Luther Toding Patandung bersama jajaran pejabat struktural dan staf.

Dalam laporannya, Kalapas menyampaikan kondisi eksisting satuan kerja sebagai berikut: Jumlah Pegawai 53 orang, hadir 50 orang, Cuti 2 orang, BKO 1 orang di Lapas Kelas IIA Palu dan jumlah Warga Binaan Pemasyarakatan 274 orang.

Suasana hangat dan penuh semangat ditampilkan melalui penampilan yel-yel Zona Integritas oleh seluruh jajaran pegawai, yang menggambarkan komitmen kuat dalam mendukung reformasi birokrasi. 

Sebagai simbol penghormatan dan kearifan lokal, Kalapas menyematkan Siga, penutup kepala khas adat Tojo Una-Una, kepada Bapak Yohanes Waskito. Penyematan tersebut disambut penuh kekaguman dan apresiasi oleh Tim Penilai.

Adapun rangkaian penilaian dimulai dari aspek pelayanan publik, dengan titik awal pada Ruang Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP). Tim menyampaikan sejumlah evaluasi strategis terkait implementasi SOP, etika pelayanan, dan tampilan ruang layanan. 

Namun, secara umum pelayanan Lapas Ampana dinilai telah memberikan kesan profesional, ramah, dan transparan. Bahkan, Ketua Tim melakukan wawancara langsung kepada masyarakat yang sedang menerima layanan, sebagai bentuk uji integritas dan kepuasan publik.

Penilaian berlanjut ke Pintu Utama Pengamanan, di mana laporan situasional disampaikan oleh Ka. Regu Pengamanan, Jefri Kalibatu. Selanjutnya, tim bergerak menuju blok hunian WBP perempuan, yang disambut meriah oleh yel-yel dan semangat dari para warga binaan. 

Di tempat ini, Waskito memberikan motivasi dan penguatan karakter kepada WBP sebagai bagian dari pembinaan berbasis humanisme.

Kemudian, pada saat kunjungan ke blok hunian warga binaan laki-laki, Tim Penilai disambut dengan penampilan yel-yel yang meriah dan penuh semangat oleh para warga binaan laki-laki, yang tergabung dalam kegiatan Pramuka Warga Binaan. 

Penampilan ini menjadi bentuk penghormatan dan representasi dari nilai-nilai kedisiplinan, jiwa korsa, serta semangat perubahan yang dibangun melalui program pembinaan karakter berbasis kepramukaan di Lapas Kelas IIB Ampana.

Beberapa fasilitas penunjang layanan yang turut dikunjungi dan dinilai antara lain: 

  1. Ruang Laktasi, simbol keberpihakan pada hak ibu dan anak
  2. Ruang Karupam sebagai pusat kendali pengamanan
  3. Wartelsuspas, wadah komunikasi WBP dengan keluarga
  4.  Perpustakaan, sarana peningkatan literasi
  5. Koperasi Inkopasindo sebagai penunjang kebutuhan sehari-hari, 
  6. Dapur Lapas sebagai indikator pemenuhan gizi layak
  7.  Klinik sebagai tolok ukur layanan kesehatan dasar
  8. Ruang Registrasi, fokus pada layanan hak integrasi berbasis data dan prosedur

Rangkaian kegiatan diakhiri dengan penguatan dan evaluasi umum oleh Tim Penilai yang dipusatkan di Aula Sivia Patuju Lapas.

Dalam sambutannya, Yohanes Waskito memberikan apresiasi yang mendalam atas kesiapan, kekompakan, serta semangat reformasi yang ditunjukkan oleh seluruh jajaran Lapas Kelas IIB Ampana.

Ia menyampaikan bahwa dari hasil kunjungan ini, Lapas Kelas IIB Ampana telah menunjukkan kualitas pelayanan yang patut diperhitungkan dan layak untuk memperoleh predikat WBK, meskipun masih terdapat sejumlah hal teknis yang perlu disempurnakan, khususnya terkait penyempurnaan SOP Layanan dan Optimalisasi fasilitas dan sarana pendukung pelayanan publik

Ia berharap agar penilaian hari ini dijadikan sebagai momentum refleksi dan percepatan reformasi, serta menyampaikan harapan untuk dapat kembali berkunjung di masa mendatang dalam kondisi Lapas yang lebih unggul dan modern. 

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama, sebagai penanda komitmen bersama dalam membangun birokrasi yang bersih dan melayani.#kemenimipas
#guardandguide
#ditjenpas
#pemasyarakatan
#pemasyarakatansulteng
#kakanwil_ditjenpas_sulteng
#lapasampana
#pemasyarakatan_bermanfaat_bagi_masyarakat

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *