
TOUNA – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Ampana telah melaksanakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak untuk memilih Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah serta Bupati dan Wakil Bupati Tojo Una-Una di Tempat Pemungutan Suara (TPS) Khusus 901, Rabu (27/11/24).
Pemungutan dan perhitungan suara yang berlangsung dengan lancar dan tertib, diikuti sebanyak 256 warga binaan yang memiliki hak pilih dan 45 petugas. Adapun 4 warga binaan dan 6 petugas tidak dapat memilih karena alasan administratif.
Pelaksanaan kegiatan ini didukung oleh 15 petugas, termasuk anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dan petugas Lapas serta diawasi dengan cermat oleh KPU dan Bawaslu Kabupaten Tojo Una-Una serta pihak Kepolisian yang ditugaskan.
Proses perhitungan suara berlangsung dengan transparan dan terbuka, dengan hasil yang memadai. Di Pemilihan Gubernur, kandidat nomor urut 1 meraih 132 suara, nomor urut 2 memperoleh 110 suara, dan nomor urut 3 mendapatkan 32 suara.
Sementara itu, dalam Pemilihan Bupati/Walikota, pasangan calon nomor urut 1 meraih 18 suara, urut 2 memperoleh 95 suara, urut 3 mendapat 37 suara, dan urut 4 mendapat 48 suara.
Kepala Lapas Kelas IIB Ampana, Luther Toding Patandung menyampaikan apresiasi kepada semua pihak atas kelancaran pelaksanaan Pilkada di Lapas Kelas IIB Ampana.
“Ini berkat Kolaborasi yang baik dengan stakeholder, Pelaksanaan pemilu di TPS 901 ini berjalan dengan baik dan lancar. Kami berterima kasih atas kerja sama antara petugas dan warga binaan yang telah menjaga ketertiban sepanjang proses pemungutan sampai penghitungan suara, ” ucapnya.
Ia berharap dengan pelaksanaan Pilkada ini, Lapas Kelas IIB Ampana dapat terus menegakkan demokrasi serta memenuhi hak suara para narapidana yang dilakukan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil (Luber dan Jurdil).
“Meskipun para narapidana tengah menjalani masa hukuman, mereka tetap memiliki hak politik yang dilindungi oleh negara. Kegiatan ini adalah bukti bahwa setiap warga negara, tanpa terkecuali, memiliki hak yang sama untuk berkontribusi dalam menentukan masa depan bangsa,” tambahnya.
“Ini adalah momentum penting untuk menegaskan bahwa demokrasi dapat dan harus dijalankan di semua lapisan masyarakat, termasuk di dalam Lapas,” pungkasnya.(Red/HumasLaspana)
Tidak ada komentar