Pasca Pelatihan Kemandirian WBP, Kasi Binadik dan Giatja Lakukan Evaluasi

Redaksi
11 Jul 2024 15:33
2 menit membaca

KABAR AMPANA – Pembinaan kemandirian terhadap Warga Binaan merupakan hal yang wajib di laksanakan oleh Lembaga Pemasyarakatan sebagai sarana pemantapan diri Warga Binaan untuk menuangkan keahliannya di bidang tertentu, agar kelak selesai menjalani masa pidana dapat hidup bermasyarakat dan di harapkan dapat di manfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.

Pasca pembinaan kemandirian Warga Binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Ampana, Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Tengah, Kepala Seksi Pembinaan Anak Didik dan Kegiatan Kerja (Kasi Binadik dan Giatja) I Wayan Sucana di dampingi Kepala Subseksi Bimbingan Kerja Nurbiana melakukan pengecekan dan Evaluasi terhadap hasil kerja Warga Binaan, Kamis (11/7/2024).

Pembinaan kemandirian berupa Meubeler dan Pengelasan yang menggandeng mitra dari BLK Kabupaten Touna berupa meja kerja berlapiskan high presure laminate (HPL) sebanyak 2 buah dan sebanyak 31 buah tralis jendela besi hasil pengelasan.

Dari hasil pelatihan kemandirian oleh Warga Binaan telah membuahkan hasil yang positif dan berdampak besar bagi pembinaan kemandirian di Lapas Ampana, meskipun ada beberapa hal yang masih perlu diperhatikan dalam pembinaan kemandirian Meubeler dan Pengelasan yang dilaksanakan.

I Wayan Sucana mengatakan, perlu peningkatan efisiensi kerja serta pemenuhan alat dan bahan, masih selalu menjadi kendala dalam setiap pelatihan maupun pembinaan kemandirian adalah terbatas nya Alat dan Bahan, karena HPL maupun pengelasan cukup membutuhkan biaya yang besar sehingga belum terpenuhinya sarana dan prasarana yang di butuhkan dalam kegiatan.

“Kegiatan Pembinaan Kemandirian berbanding terbalik dengan banyaknya sumber daya manusia yang harus memiliki hak yang sama dalam hal pembinaan kemandirian, sehingga kita tidak harus terpaku pada dua macam kegiatan tersebut tetapi akan dialihkan ke pembinaan kemandirian lainnya yang sesuai dengan karakter keahlian warga binaan agar dapat di laksanakan secara merata,” ungkapnya.

Namun dari pada itu, secara keseluruhan apa yang di laksanakan tersebut telah membawa perubahan besar bagi Lapas Ampana yang saat ini dipimpin oleh Kalapas Mansur Yunus Gafur.

Harapan beliau kegiatan ini kedepannya dapat di tingkatkan lagi baik dari segi sarana maupun prasarana dan akan lebih banyak lagi kegiatan kemandirian yang dapat di lakukan sebagai bentuk pengabdian Lembaga Pemasyarakatan dalam melakukan rehabilitasi terhadap Pelaku Pelanggaran yang telah menjadi Warga Binaan Lapas Ampana. (Red Humas Laspana)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *